This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 29 Mei 2016

Ucapan yang Tidak Layak

Ucapan yang Tidak Layak

Pertanyaan:
Saya sering melontarkan kata-kata yang tidak pantas, terutama bila marah. Saya takut murka Allah. Apa yang harus saya lakukan untuk menghindarinya?

Jawab:
Menyikapi hal ini, Ust. Muhammad Mutawai asy-Sya’rawi (dalam Anda Bertanya Islam Menjawab. 2007) beliau menjelaskan,

Bila anda sedang marah, lalu tanpa sadar melontarkan kata-kata yang tidak pantas, segeralah istigfar dan bertobat dan kuatkan niat untuk tidak melakukannya lagi. Jika Anda sering dikalahkan oleh emosi, ketahuilah bahwa kata-kata yang diucapkan orang adalah kemauannya. Oleh sebab itu, janganlah melontarkan kata-kata, kecuali sesudah dipikirkan baik buruk dan akibatnya.

Ini kalau Anda tergolong orang-orang yang berakal sehat. Bila timbul keinginan untuk melontarkan kata-kata yang tidak layak, kembalilah kepada Allah dan ucapkan "Audzubillahi minasysyaitaanirrajim" untuk menjauhkan setan yang menjadi penyebab timbulnya marah

Ketahuilah bahwa Anda memiliki dua tahap, yaitu tahap berpikir dan tahap berbicara. Bila mulai dengan tahapan berpikir, mintalah perlindungan Allah dari godaan setan yang terkutuk. Bila sudah memasuki tahapan ucapan, hentikan ucapan dengan segera dan jangan diteruskan.

Bila anda mampu menghentikan ucapan yang pertama, Anda akan selamat untuk ucapan-ucapan berikutnya, lalu beristigfar pada-Nya.

Demikianlah penjelasan mengenai Ucapan yang Tidak Layak oleh Ust. Muhammad Mutawai asy-Sya’rawi. Semoga dapat memberi manfaat kepada pembaca sekalian.


Sumber Pustaka:

Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

Calon Istri Idaman

Calon Istri Idaman

Pertanyaan:
Calon istri saya sesuai idaman. Dia teguh beragama, berakhlak baik dan cantik, tetapi dari keluarga miskin.

Teman-teman menganjurkan agar saya memilih gadis kaya yang kelak dapat membantu dan meringankan beban hidup berumah tangga. Mana yang harus saya pilih?

Jawab:
Ust. Muhammad Mutawai asy-Sya’rawi (dalam Anda Bertanya Islam Menjawab. 2007) beliau menjelaskan,

Janganlah Anda menjadikan kekayaan calon istri sebagai idaman untuk pernikahan. Jadikanlah pernikahan sebagai kunci pintu rezeki.

Allah swt. berfirman,

"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hambahamba sebayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia~Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui." (an- Nur: 32)

Rasulullah saw. bersabda,

"Barangsiapa menikahi seorang wanita karena memAndang kedudukannya, ia akan dirugikan oleh kedudukannya." Lelaki yang berhasrat memanfaatkan kedudukan istri untuk kepentingannya, akan timbul permusuhan dan saling menjauhi, dengan demikian si suami telah terjerumus memilih musuh yang kuat.

Sabda Rasulullah saw.,

"Barangsiapa menikahi seorang wanita karena menilai kekayaannya, Allah menjadikannya melarat."

Menikahi wanita kaya dengan tujuan memanfaatkan hartanya, akan membuat si istri berubah sombong, kikir, dan menghina suaminya.

Semula harta yang diinginkan, tetapi dia hanya mendapatkan kerendahan diri dan penghinaan dari si istri dan dari orang lain.

Mengapa Anda takut menikah dengan calon istri yang miskin, tetapi mulia dalam beragama, berakhlak, dan cantik?

Renungkanlah firman Allah,

"Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya."

Dan pada akhir ayat,

"Dan Allah Maha Luas Pemberian-Nya Lagi Maha Mengetahui."

Apabila semua orang mengawini wanita-wanita yang miskin, rezeki Allah yang Mahaluas akan diberikan kepada mereka. Pemberian dari manusia kepada manusia terbatas dan bisa putus. Tetapi pemberian Allah Mahaluas dan tidak akan terputus, diberikan kepada siapa pun sesuai niat dan maksud tujuannya.

Demikianlah penjelasan mengenai Calon Istri Idamanoleh Ust. Muhammad Mutawai asy-Sya’rawi. Semoga dapat memberi manfaat kepada pembaca sekalian.


Sumber Pustaka:

Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

Suami Angkuh dan Egois

Suami Angkuh dan Egois

Pertanyaan:
Suami saya angkuh dan egois dan suka berbicara kasar. Tiap kali saya memintanya untuk berlaku baik dan sopan, dia menjawab, "Aku penguasa rumah tangga dan tidak ada yang berkuasa kecuali aku

Jawab:
Mengenai hal ini, Ust. Muhammad Mutawai asy-Sya’rawi (dalam Anda Bertanya Islam Menjawab. 2007) beliau menjelaskan,

Perbuatan suami Anda patut disesalkan, karena Allah sendiri telah memerintahkan para suami agar bergaul dengan baik terhadap istri.

Suami memang pemimpin rumah tangga, tetapi tidak berarti dia harus menjadi diktator dan tirani yang zalim. Tugas kepemimpinan suami adalah membimbing dan mengarahkan istri dengan lAndasan cinta, kasih sayang, musyawarah, disertai dengan dialog yang baik dan sehat.

Tingkatan lebih bagi suami sebagaimana diterangkan Al- Qur'an adalah tingkatan kebaikan dalam perlakuan terhadap keluarga dan beban tanggung jawab suami yang lebih berat.

Kejantanan dan keperkasaan hanya dalam akhlak dan tingkah laku, dan bukan dalam kekuatan, kekuasaan, tirani, penindasan, dan kezaliman oleh yang kuat terhadap yang lemah.

Jika Islam memerintahkan agar istri patuh dan taat terhadap suami, maksudnya ialah patuh dalam kebaikan, selalu musyawarah dan sepakat dalam pendapat dan bukan tunduk patuh yang menjurus pada kehinaan dan penyembahan. Yang diinginkan Islam adalah kepatuhan dalam kebaikan dengan lAndasan cinta, kasih sayang, dan saling menghargai.

Demikianlah penjelasan mengenai Suami Angkuh Dan Egois oleh Ust. Muhammad Mutawai asy-Sya’rawi. Semoga dapat memberi manfaat kepada pembaca sekalian.


Sumber Pustaka:

Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

Bagaimana Mengatasi Sifat Rakus yang Melanda Generasi Masa Kini dalam Kehidupan yang Serba Modern?

Tamak (Rakus)

Pertanyaan:
Bagaimana mengatasi sifat rakus yang melanda generasi masa kini dalam kehidupan yang serba modern?

Jawab:

Mengenai hal ini, Ust. Muhammad Mutawai asy-Sya’rawi (dalam Anda Bertanya Islam Menjawab. 2007) beliau menjelaskan,

Allah swt. telah memberi ikatan (kendali) terhadap hawa nafsu manusia, yang bukan untuk kepentingan seluruh umat manusia. Tetapi kerakusan manusia seringkali tanpa batas. La ingin selalu bebas mengembangkan watak dan perilakunya meskipun akan merugikan kepentingan masyarakat, karena watak ingin memiliki dan menguasai segala-segalanya sangat besar, sehingga meskipun yang dia miliki dan yang dikuasainya tidak akan habis sampai beberapa generasi sesudahnya, dia tetap rakus untuk mengumpulkan dan menumpuk-numpuk harta kekayaan.

Dia berkeyakinan bahwa hartanya dapat memperpanjang umurnya dia masih akan hidup puluhan tahun lagi dengan meragukan datangnya kematian, padahal tidak sedikit pun hartanya yang akan dibawa mati!

Rasulullah bersabda,

"Aku tidak rn.eiih.at sesuatu keyakinan yang lebih mirip kepada keraguan, seperti keyakinan akan mati."

Allah swt. m'elarang hamba-Nya untuk mengambil milik orang lain. Mengapa? Tidak lain tujuannya untuk melindungi hak milik setiap orang agar masyarakat melindungi hak miliki masing-masing termasuk hak miliknya.

Karena itulah Allah swt. melarang memperoleh harta dengan cara haram, misalnya makan sesuatu yang menjadi hak kaum yang lemah, makan harta anak yatim atau mencuri harta orang lain. Mengapa? Tidak lain bertujuan untuk melindungi orang kuat bila suatu saat dia menjadi lemah.

Orang yang rakus (tamak) mesti bersifat curang. Rakus (tamak) dalam masyarakat terutama di kalangan orang-orang kuat, penguasa, pemegang kendali perekonomian negara dapat berakibat kehancuran dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Sifat rakus telah melanda pribadi, masyarakat dan bangsabangsa di seluruh dunia, sehingga timbul ketimpangan dan ketidakadilan yang dapat pula merugikan mereka yang kuat.

Demikianlah penjelasan mengenai bagaimana mengatasi sifat rakus yang melanda generasi masa kini dalam kehidupan yang serba modern oleh Ust. Muhammad Mutawai asy-Sya’rawi. Semoga dapat memberi manfaat kepada pembaca sekalian dan kita dijauhkan dari sifat yang demikian.


Sumber Pustaka:

Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

Apa Nabi Yusuf Juga Punya Keinginan yang Buruk Terhadap Zulaikha?

Maksud Yusuf Terhadap Zulaikha

Pertanyaan:
Apa Yusuf juga punya keinginan yang buruk terhadap Zulaikha?

Jawab:
Mengenai hal ini, Ust. Muhammad Mutawai asy-Sya’rawi (dalam Anda Bertanya Islam Menjawab. 2007) beliau menjelaskan,Arti "bermaksud melakukan perbuatan buruk" oleh Zulaikha terhadap Yusuf dalam kisah Al-Qur'an sudah jelas. Adapun maksud buruk Yusuf terhadap Zulaikha banyak yang salah menafsirkannya.

Bermaksud buruk di sini berarti perbuatan pelampiasan nafsu oleh kedua belah pihak. Sudah jelas bahwa Zulaikha yang pertama memulai tindakan menggoda Yusuf, yang hamper pula terjerumus dalam godaan wanita itu, seAndainya tidak ada petunjuk Allah, seperti dalam Firman-Nya,

"Yusuf tentu akan melakukan pula dengan -wanita itu, Andai kata dia tidak melihat tanda (burhan) dari Rabb-nya." (Yusuf: 24)

Ayat ini tidak mengatakan bahwa Nabi Yusuf punya maksud buruk terhadap Zulaikha, tetapi godaan itu demikian besarnya sehingga bila imannya tidak dikuatkan, tentu dia telah jatuh ke dalam kemaksiatan.

Nabi Yusuf dimaksumkan (dijaga dari perbuatan dosa) oleh Allah swt. jadi keteguhan hatinya untuk menolak berbuat maksiat bukan sesudah tergoda baru melihat tanda dari Rabbnya. Bukan demikian, karena sebelum itu keteguhan hati Yusuf memang sudah ada dan tidak tergoyahkan, Bukankah Nabi Yusuf tidak pernah memperlihatkan tanda-tanda untuk melakukan perbuatan maksiat, misalnya dengan mendekati Zulaikha selagi suaminya tidak ada, atau melakukan hal-hal lain yang menjurus pada perbuatan tidak senonoh.

Penolakan Yusuf bukan pula disebabkan karena nafsu syahwatnya lemah, seperti yang dituduhkan sebagian orang, tetapi karena ketinggian derajat maksum dalam diri beliau.

Dengan adanya penjelasan ini, semoga orang-orang yang selama ini menafsirkan salah menjadi tahu, bahwa pendirian dan sikap Nabi Yusuf a.s. yang sebenarnya, baik sebelum, pada saat, dan sesudah mengalami godaan adalah satu dan sama, yaitu kuat, teguh, dan tetap menolak.

Demikianlah penjelasan mengenai Maksud Yusuf Terhadap Zulaikha oleh Ust. Muhammad Mutawai asy-Sya’rawi. Semoga dapat memberi manfaat kepada pembaca sekalian.


Sumber Pustaka:

Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

Sabtu, 28 Mei 2016

Apa Hukumnya Membuka Aib Ayah yang Sudah Meninggal dan Berduaan dengan Dokter Pria?

Berduaan dengan Dokter Pria

Pertanyaan:
Saya seorang gadis yang banyak mengalami penderitaan akibat perlakukan buruk almarhum ayah saya terhadap ibu, sehingga ibu menderita gangguan jiwa. Akibat penderitaan ibu, saya ikut menderita pula sehingga harus berkonsultasi pada dokter ahli jiwa yang kebetulan seorang pria.

Apa hukumnya membuka aib ayah yang sudah meninggal dan berkhalwat (berduaan dalam satu ruang) dengan dokter pria?

Jawab:
Mengenai hal ini, Ust. Muhammad Mutawai asy-Sya’rawi (dalam Anda Bertanya Islam Menjawab. 2007) beliau menjelaskan,

Pengobatan berarti suatu upaya untuk mencari kesembuhan. Bila seseorang hendak mencabut paku yang ada di dinding, diaharus menggerakkannya ke atas, ke bawah, kiri, dan kanan berulang-ulang.

Kemampuan seorang dokter hanya mengobati dan bukan menyembuhkan. Dia berusaha mencari penyebab penyakit dengan mencari obat yang cocok. Jika dia gagal menemukan penyakit, biasanya dia berkata bahwa penyebabnya ialah gangguan kejiwaan, yang berarti dokter itu tidak mengetahui penyebab penyakitnya.

Tetapi banyak pula penyakit jiwa yang disebabkan oleh terganggunya organ tubuh, misalnya adanya batu di dalam empedu, terganggunya saluran empedu kc liver, yang kesemuanya itu dapat menimbulkan kelemahan dan lesu semangat dan berkurangnya gairah atau disebut adanya "kelainan."

Pada zaman dahulu memang belum ditemukan teori bahwa emosi yang meledak dapat memengaruhi organ tubuh. Begitu pula stres yang dapat menyebabkan organ tubuh tidak berfungsi.

Bila dokter berbicara bebas dengan pasiennya untuk mengungkap penyebab stres dengan menghilangkan prasangka dan gambaran yang berlebihan, diharapkan organ dapat berfungsi kembali secara normal.

Mengungkapkan aib almarhum ayah kepada dokter dengan maksud baik, yaitu agar dapat membantu menemukan sebab penyakit, hal itu tidak dilarang.

Yang dilarang ialah bila bermaksud membalas dendam karena kebencian terhadap almarhum, dengan membuka aibnya.

Perlu diketahui bahwa wasiat Allah kepada anak ialah agar ia berbakti kepada kedua orang tua, yang disebabkan karena dua hal,

Pertama, ibu dan bapak sebagai penyebab hadirnya seseorang ke dunia.

Firman Allah,

"Dan agar kamu berbuat baik kepada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya." (Al-Isra: 23)

Kedua Ibu Bapak sebagai pemelihara.

Firman Allah,

"Wahai Rabku, kasihanilah keduanya sebagaimana kasihnya (mereka) mendidik (memelihara) aku di waktu kecil."

Karena kedua hal inilah kita wajib memelihara kedua ibubapak. Juga wajib memelihara siapa saja yang telah memeliharanya, meskipun bukan orang tuanya sendiri.

Adapun duduk berkhalwat dengan dokter pria, meskipun dalam waktu yang lama, semata-mata hanya karena tujuan pengobatan, dan selama dokter itu seorang muslim yang dapat dipercaya dan baik akhlaknya dan selama itu merupakan keharusan, hal itu tidak dilarang.

Demikianlah penjelasan mengenai Berduaan dengan Dokter Pria. Semoga dapat member manfaat kepada pembaca sekalian.


Sumber Pustaka:

Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani

Ketika Kebaikan dan Kesetiaanmu Dibalas Ingkar dan Khianat, Apakah Bukti Allah Murka Padamu?

Bergaul dengan Makruf

Pertanyaan:
Aku bergaul dengan setiap orang secara baik (ikhlas) dan tidak pernah berbuat jahat terhadap mereka. Tetapi mereka membalas kebaikan dan kesetiaanku dengan perbuatan ingkar dan khianat. Apakah itu bukti murka Allah kepadaku?

Jawab:

Mengenai hal ini, Ust. Muhammad Mutawai asy-Sya’rawi (dalam Anda Bertanya Islam Menjawab. 2007) beliau menjelaskan,

Jika Anda bergaul dengan manusia karena manusia, Anda boleh bersedih hati atas balasan buruk dari mereka.

Tetapi seorang mukmin akan bergaul dengan manusia karena Allah, jadi tidak penting bagi Anda perlakuan mereka apakah mereka setia atau khianat.

Harus Anda meyakini bahwa kebaikan yang Anda lakukan karena manusia akan dibalas dengan keburukan, dan bila berbuat kebaikan karena Allah pasti akan mendapat pahala.

Amal perbuatan karena manusia boleh ditunggu ganjarannya dari manusia dan Allah akan menyerahkan nasib Anda kepada mereka.

Tetapi amal perbuatan karena Allah, jangan Anda menantikan ganjarannya dari perbuatan baik Anda terhadap mereka karena ganjaran dan pahala itu ada di sisi Allah dan jangan hiraukan balasan keburukan dari manusia.

Ketahuilah bahwa kebaikan yang Anda lakukan tetapi diingkari dan dikhianati oleh manusia akan menguntungkan Anda, sebab seluruh pahala dan ganjaran akan datang dari Allah swt.


Sumber Pustaka:

Sya’rawi, Muhammad Mutawai.  2007. Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan Oleh: Abu Abdillah Almansyur. Jakarta. Gema Insani
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com