Friday, April 18, 2014

Panggung Dramaturgi

Inilah panggung dramaturgi
yang dimainkan oleh aktor-aktor imperialisme
Narasi agung siapakah ini?!

selayang dalam desingan peluru
jutaan dalam dentuman bom-bom massal
Menjadi satu nama berjuluk terorisme...
            yang meninggalkan puing-puing dan nestapa
         mencekam jiwa-jiwa dalam belantara trauma
         menggulirkan wacana para elit
         -parade penyiksaan, kepungan ketakutan, dan penjara-penjara kematian-

Atas Nama Terorisme














Ingatlah hari ketika ayahmu dibunuh
atas nama terorisme

Pagi yang cerah, dan kau bermain-main di depan rumah.
hingga tiba

ketukan-ketukan sepatu mereka yang menyorongkan ketakutan
dan kau berlari menghampiri ibumu

yang pias..

Menuju Cahaya

Foto By Intan Pratiwi YAP
Lantai 2 Masjid Kampus UGM












Bersimpuh dalam keheningan malam
Dengan sujur-sujud panjang
tlah kupilih jalan ini
menuju-Mu

Perindu Hujan
















mungkin ini skenario satu babak
menanti dibalik jendela
melihatmu tengah berlari
tanpa menoleh pada perindu hujan

Warna Hidup Kita


Merahnya semangat. Menggelora berjuang dalam optimalisasi diri guna bisa memberi dan menegakkan kalimah ilahi.


Birunya hati. Senantiasa suci dan mudah memaknai. Tak dibiarkan merah jambu sebelum waktunya.

Agent of Change

Setelah membaca artikel tentang 'orang-orang yang merubah wajah cyber' bikin pencerahan besar dalam hidup saya: Yuk simak siapakah mereka??

Sergey Brin dan Larry Page: Menemukan Google pada tahun 1998 ketika mereka baru berusia 24 tahun. Mulai di dalam garasi yang menjadi “kantor” pertama mereka, dua orang ini mengilhami ribuan anak muda untuk mencari uang online. Larry dan Sergey kemudian menciptakan perusahaan senilai satu multi milyar dollar yang mengguncangkan Internet.

Monday, April 14, 2014

Mitos Industri Obat Murah

Ironi yang selama ini terjadi adalah ketika isu kesehatan hanya menjadi menarik secara politis, saat terjadi kasus malpraktek, biaya obat mahal, dan kuota rumah sakit yang terbatas. Dari hari ke hari, media cenderung memuat isu-isu politik, hukum, dan ekonomi. Hal ini seolah diafirmasi dengan belanja negara tahun 2011 di sektor kesehatan yang hanya sebesar 0,5 persen dari total APBN. Hak untuk sehat yang termaktub dalam UUD 1945 belum menjadi prioritas para elit negeri.